Pasrah

Saya bisa apa jika ternyata tidak ada yang lebih sederhana daripada memperumit perkara, sedangkan di saat yang sama menyederhanakan perkara juga tidak kalah memecah kepala?

Saya bisa apa jika segala yang tidak sempurna ternyata akan senantiasa diterima oleh mereka yang merelakan hatinya terbuka, sedangkan alasan akan selalu muncul di benak mereka yang berniat mencari cela?

Saya bisa apa ketika ada begitu banyak jalan menuju bahagia, tak sedikit manusia yang mengharamkan jalur yang berbeda? Tak kalah banyak pula yang memaksa ikut ke arah yang dilalui mereka meski telah kasat mata hanya berbuah nelangsa.

Saya bisa apa jika sebagian orang memang butuh menemukan objek yang lebih menderita agar dapat bersyukur kepada Sang Pencipta, dan harus ada yang direndahkan agar batin kita tidak merasa terlalu gagal sebagai manusia.

Saya bisa apa?


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *